Senin, 06 Juni 2022

Memahami Kesenian Gong Cik dan Beberapa Istilahnya

PADI Production


Istilah Pencak Pencik

Pencak Silat adalah istilah resmi yang disepakati untuk memayungi aliran beladiri khas Nusantara. Menurut Wikipedia, istilah "Pencak" sering digunakan masyarakat Sunda, Jawa dan sekitarnya. Sedangkan istilah "Silat" sering digunakan di Sumatra, Melayu, dan Kalimantan.

Istilah lokal sering diucapkan sesuai logat dialeknya masing-masing. Misal di Sumatra Barat, beladiri mereka disebut "Silek Minang". Orang Minangkabau yang mengucapkan "silat" dengan "silek" sesuai logat dialek mereka. Sebagaimana orang Jawa di Pati menyebut beladiri mereka dengan "Pencak-Pencik". Istilah Pencak-Pencik sesuai dengan logat dialek Jawa yang suka membuat "Dwilingga Salin Swara (dwilinggo salin suoro)".

Dwilingga salin swara adalah pola kata ulangan yang diubah salah satunya.

Misal:

Bolak-Balik

Gonta-Ganti

Mubang-Mubeng

Pola ini bahkan diadopsi ke dalam Bahasa Indonesia. Bisa dilihat pada contoh, pola ini biasanya mengubah kata pertama. Dengan mengganti vokal pertama dengan huruf O, dan vokal kedua dengan huruf A. Contoh kata "balik" menjadi "bolak". Kecuali kalau kata aslinya menggunakan huruf U pada Vokal pertama, maka tetap U. Contoh kata "mubeng" menjadi "mubang", bukan "mobang".

Hal berbeda pada kata-kata "pencak-pencik", yang mana yang diubah justru kata kedua. Hal ini karena kata aslinya yaitu "pencak", menggunakan huruf A sebagai vokal kedua. Jadi tidak nyaman diucapkan jika polanya "poncak-pencak". Maka dari itu yang diubah justru kata kedua. Memang masih ada yang tetap menggunakan pola umum, seperti pada "mongan-mangan". Akan tetapi itu jika masih nyaman untuk diucapkan. Berbeda dengan "poncak-pencak" yang tak nyaman diucapkan. Maka pola dari kata pencak menjadi "pencak-pencik". Pengubahan pada kata kedua seperti ini memang jarang terjadi, tapi memang ada.

Istilah Ncak Ncik

Orang Jawa sering memotong kata dalam bahasa tak resmi percakapan sehari-hari. Gunanya untuk memudahkan pengucapan, semacam cara malas untuk mengucap. Contoh pada kata-kata "sedekah bumi", dipotong menjadi "kah bumi". Kata-kata "godhong tela", dipotong menjadi "dhong tela". Seperti itu, kata-kata "pencak-pencik" dipotong menjadi "ncak-ncik". Dan bahkan dipotong lagi hingga menjadi "ncik".

Istilah Mencak Mencik

Di tata bahasa Jawa, ada yang namanya "Ater-Ater Anuswara (ater-ater anusuoro)". Gunanya untuk membentuk kata kerja aktif.

Ater-ater anuswara ini ada empat, yaitu:

  • am
  • an
  • ang
  • any

Penggunaannya dengan cara melebur, atau kadang menempel pada huruf pertama.

Contoh:

Pangan => Amangan => Mangan.

Tulis => Anulis => Nulis.

Angkat => Angangkat => Ngangkat.

Sapu => Anyapu => Nyapu.

Bisa dilihat pada contoh. Setelah mendapat ater-ater anuswara, kata dasar bisa menjadi kata kerja aktif. "Pangan" adalah kata dasar. Sedangkan "Mangan" adalah kata kerja aktif.

Pada kata "pencak", karena menggunakan huruf awal P, maka menggunakan ater-ater am.

Yaitu:

Pencak => Amencak => Mencak.

Pencak-Pencik => Amencak-Amencik => Mencak-Mencik.

Di sini bisa diperhatikan. "Pencak" adalah kata dasar. Sedangkan "Mencak" adalah kata kerja aktif. Sebagai kata kerja aktif, "mencak" bisa dimaknai "melakukan pencak". "Pencak-Pencik" adalah kata dasar. Sedangkan "Mencak-Mencik" adalah kata kerja aktif. Sebagai kata kerja aktif, "mencak-mencik" bisa dimaknai "melakukan pencak-pencik".

Jadilah kata-kata "mencak-mencik".Yang lagi-lagi sering disederhanakan menjadi "mencik" saja.

Istilah Gong Cik

Seiring waktu dan keadaan, beladiri Pencak-Pencik di Pati mengalami perkembangan. Salah satunya adalah penciptaan seni pertunjukan. Yang mana ditambahkan koreografi dan keindahan gerak laku, serta iringan gamelan. Maka muncullah kata "gong" untuk mewakili seperangkat gamelan yang digunakan. Dan pengambilan kata "ncik" untuk mewakili gerakan koreografi pencak-pencik. Jadilah istilah "Gong Cik".

Hubungan Dengan Bawean dan Singapura

Pihak kolonial Belanda melarang pendidikan beladiri. Membuat para praktisi tak leluasa mengajarkan Pencak-Pencik. Bahkan menurut cerita, ada praktisi Pencak-Pencik yang diuber Belanda. Hingga melarikan diri ke Singapura dan mengajar beladiri di sana. Di sisi lain, praktisi Pencak Bawean di Kabupaten Gresik juga banyak ke Singapura. Sehingga Pencak Bawean juga berkembang di Singapura. Sedangkan Pencak Bawean ada versi seni pertunjukan yang menggunakan gamelan. Kemungkinan kebudayaan pencak di tiga daerah berbeda ini saling memengaruhi. Praktisi Pencak-Pencik di Pati kemudian terinspirasi membuat seni pertunjukan juga. Dengan tujuan mengelabui pihak kolonial supaya tetap bisa mengajarkan beladiri. Lalu muncullah istilah "Gong Cik" sebagai nama seni pertunjukan ini.

(M Faqeeh)

Lihat selengkapnya →

Jumat, 06 Maret 2015

Arus Sungai Sastra Magelang 2015

PADI Production

SMAPUT (Solidaritas Masyarakat Pati Utara) tampil di Arus Sungai Sastra Magelang 2015

SMAPUT (Solidaritas Masyarakat Pati Utara) di Arus Sungai Sastra Magelang 2015.










Lihat selengkapnya →

Senin, 03 November 2014

Menghadiri Workshop Walisongo TV

PADI Production
Workshop Walisongo TV

Kemarin, PADI Production menghadiri undangan dari pihak Walisongo TV UIN Walisongo Semarang dalam acara workshop perfilman. Acara tersebut bertajuk "Film Sebagai Perbaikan Karakter Bangsa".



Om Sareko sedang berbicara

Lihat selengkapnya →

Sabtu, 01 November 2014

PADI Production di Festival Film Pati 2014

PADI Production
Festival Film Pati 2014

Alhamdulillah, pada Festival Film Pati tahun 2014 baru-baru ini, PADI Production menerima 8 penghargaan:
  1. Kategori sutradara terbaik film fiksi, diraih oleh Ochenk Pati
  2. Kategori sutradara terbaik film dokumenter, diraih oleh Dhanang Wibisono
  3. Kategori aktor terbaik, diraih oleh Dheto Simone
  4. Kategori aktris terbaik, diraih oleh Dephi Curanyi
  5. Kategori juru kamera terbaik film fiksi, diraih oleh Dhanang Wibisono
  6. Juara 1 film fiksi, berjudul "TOPENG"
  7. Juara 1 film dokumenter, berjudul "WAYANG TOPENG SONEYAN"
  8. Juara 3 film fiksi, berjudul "SENI TRADISI belum MATI"
Terima kasih semua super team PADI Production.

Penghargaan Festival Film Pati 2014
PADI Production bersama para pemenang lainnya




Piala Penghargaan Festival Film Pati 2014
Lihat selengkapnya →

Senin, 27 Oktober 2014

Pertunjukan Gong Cik Malam Sura

PADI Production
Gong Cik Malam Sura / Suro Pasucen Trangkil Pati

Jumat malam kemarin, PADI bareng Smaput (Solidaritas Masyarakat Pati Utara) mengadakan acara sederhana tapi meriah di Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil. Peringatan malam 1 Sura yang digelar pada 24 Oktober 2014 kemarin menyuguhkan seni pertunjukan Gong Cik. Pertunjukan Gong Cik pada awal-awal bulan Sura sebenarnya merupakan kebiasaan di Desa Pasucen, walaupun pernah lama vakum juga. Akan tetapi kehadiran teman-teman Smaput memberikan warna beda pada malam tersebut.

Smaput menyuguhkan musikalisasi puisi sebagai pembukaan. Puisi-puisi dibacakan dengan khidmat menambah suasana syahdu di malam Sura tersebut.
 
Smaput (Solidaritas Masyarakat Pati Utara) "Ochenk Pati" "Dhanang Hery Wibisono" "Arif Khilwa" "Aloeth Pati" "Sarekogiant Braindistort" Pasucen Trangkil Pati Suro
Smaput (Solidaritas Masyarakat Pati Utara)

Pembacaan puisi dilakukan bergantian dengan pertunjukan Gong Cik. Walaupun Gong Cik adalah kesenian tradisional, akan tetapi pertunjukan ini masih tetap bertahan di hati masyarakat. Terbukti para penonton terlihat sangat menikmati dengan antusias. Dan para pemain seni pertunjukan beladiri ini bukan cuma orang tua, ada juga kalangan remaja bahkan anak-anak ikut menunjukkan kebolehan dalam memperagakan jurus-jurusnya. Hal ini merupakan regenerasi para pelaku kesenian beladiri khas Pati tersebut yang mana tetap lestari di era globalisasi ini.

"Ochenk Pati" dan "Mokhtaar Faqeeh" memperagakan "Gong Cik" "Pencak Silat" "khas Pati"
Ochenk Pati dan Mokhtaar Faqeeh memperagakan Gong Cik

 

Sepatah Kata dari teman-teman:

"Trim's bolo-bolo media Jawa Pos ( Mas Cino ) dan Suara Merdeka Beni Dewa atas ikut peran serta melestarikan seni budaya kami."
Om Ochenk Pati

"Makasih dulur-dulur media ( jawa Pos dan suara merdeka). Ikut memotivasi dulur-dulur Gong Cik pasucen dengan memuat aktivitas mereka dimedia. Semoga berkah."
Pak Arif Khilwa

"josssssssssssssssssss"
Mbah Imam Bucah

Kliping koran Jawa Pos
Kliping koran Jawa Pos
Kliping koran Suara Merdeka
Kliping koran Suara Merdeka
Lihat selengkapnya →

Kamis, 02 Oktober 2014

Wawancara AIC Cinema Margoyoso

PADI Production
Wawancara AIC Cinema Simpang5 TV
AIC Cinema merupakan rekan dari PADI production, mereka bertempat di Kecamatan Margoyoso, Pati. Kali ini AIC Cinema Margoyoso berkesempatan diwawancarai tentang produksi pembuatan film indie oleh Simpang5 TV. Pada wawancara ini AIC Cinema diwakili oleh Sokib Okib dan Aicenk Irsa Dalam acara Gandul, 24 Maret 2014.

Berikut videonya:

Lihat selengkapnya →

Sabtu, 05 April 2014

Malam Penganugerahan Komfil Pantura 2014

PADI Production
malam penganugerahan komfil kompetisi film pantura 2014 simpang 5 tv dona doni resto smk islam jepara juara 1

Tanggal 4 April 2014, kurang lebih sekitar pukul delapan malam. Malam penganugerahan komfil (Kompetisi Film) pantura Simpang5 TV diselenggarakan di Dona Doni Resto. Film yang diikutsertakan cukup banyak, tidak hanya dari Kabupaten Pati, tapi juga dari daerah-daerah sekitar. Adapun yang menjadi dewan juri adalah Bambang Hengky Supriyatno, Pendi Subarong dan Imam Bucah.

Acara ini dimeriahkan juga dengan penampilan band Coper dan stand up comedy/komik dari Kudus. Tak disangka-sangka hujan deras ikut meramaikan malam penganugerahan komfil pantura ini, sampai-sampai para audiens dan tamu undangan harus sibuk menyelamatkan diri mereka dari guyuran hujan. Beruntung acara tersebut tetap bisa dilaksanakan dengan baik.

malam penganugerahan komfil kompetisi film pantura 2014 simpang 5 tv dona doni resto inez dara miftah

malam penganugerahan komfil kompetisi film pantura 2014 simpang 5 tv dona doni resto

malam penganugerahan komfil kompetisi film pantura 2014 simpang 5 tv dona doni resto inez vino

Dan diumumkanlah pemenang juara satu dan sekaligus juara favorit pilihan pemirsa kompetisi film pantura 2014 Simpang5 TV adalah SMK Islam Jepara dengan filmnya yang berjudul "Jilbab Kamuflase". Selamat!

malam penganugerahan komfil kompetisi film pantura 2014 simpang 5 tv dona doni resto smk islam jepara bahenk
Perwakilan dari SMK Islam Jepara menerima penghargaan dari Om Bahenk
- Foto oleh Happy Cahyanto
Lihat selengkapnya →